Rabu, 07 Maret 2012

Di atas Kertas Putih

Di atas Kertas Putih

Hari ini kelasku kosong. Sepi tanpa penghuni. Tapi, di sudut kelas ada seseorang yang sedang sibuk menulis. Dia adalah Syifa Angraini. Seorang puitis asal Australia. Dia cantik, pendiam dan juga pintar. Pelan-pelan aku menghampirinya.

“Hai, Syifa. Kenapa kamu belum pulang ?” tuturku kepada Syifa. “Hai juga, Andre. Aku masih ingin mengeluarkan inspirasi yang ada di benakku Ndre” jawab Syifa tanpa menoleh sedikitpun kepadaku.

Tak lama kemudian, aku dan Syifa angkat kaki dari kelas itu. Syifa telah ditunggu oleh supirnya dan begitu juga aku. Kami pulang. Dan ditengah perjalanan, aku melihat seorang remaja yang sedang mengamen dengan gitar kecil. Wajahnya lugu dan bajunya sangat kumuh. Walaupun hanya sekilas aku melihat remaja itu. Rasanya aku telah kenal lama dengannya.

10 menit perjalanan pulangku. Aku sampai dirumah. Aku mandi dan makan siang. Setelah aku makan, aku menemui ibu. Dan aku menceritakan remaja yang tadiku lihat di tengah perjalanan kepada ibu. Saat aku asyik membahas remaja itu. Tiba-tiba ayah pulang dari kantor dengan baju yang berlumuran darah. Aku dan ibu sangat heran.

“Ayah, mengapa baju ayah berlumuran darah ? Apa yang terjadi ayah ?” Ibu bertanya kepada ayah. “ Tadi ayah menabrak seorang pengamen di terminal dekat kantor bu. Sekarang pengamen itu sudah dirawat di rumah sakit bakti bu. Ayah tidak sengaja menabraknya. Ketika handphone ayah berbunyi. Ayah mengambil handphone ayah di dalam tas. Dan tiba-tiba ayah lepas kendali dan menbrak seorang pengamen yang hendak menyebrang bu” jawab ayah dengan perasaan menyesal.

Setelah ayah menceritakan kejadian yang terjadi pada ayah. Kami bersiap-siap pergi ke rumah sakit bakti tempat pengamen itu dirawat. Setibanya dirumah sakit, ayah menanyakan bagaimana keadaan pengamen itu kepada dokter.

“Pak dokter, bagaiman keadaan anak itu sekarang? Apakah ada luka serius pada tubuhnya?”

Dokter menjawab, “anak itu tidak apa-apa sekarang. Dia hanya mengalami luka dalam dibagian dadanya. Tepatnya pada paru-paru anak itu. Paru-parunya sedikit berlubang. Tapi, apabila paru-paru itu tidak dijaga kesehatannya. Anak itu bisa meninggal dunia”.

Ayah panik. Dan ibu berkata pada ayah “bagaimana setelah anak itu keluar dari rumah sakit kita angkat menjadi anak kita ? Sebagai rasa pertanggung jawaban. Apalagi sepertinya anak itu tidak memiliki keluarga”.

Ayah setuju dengan ungkapan dari ibu. “Ibu, ternyata anak itu adalah remaja yang aku ceritakan tadi bu. Itu dia pengamen yang ditengah jalan tadi” ujarku kepada ibu. Ibupun menatap iba kepada anak itu.

3 hari sudah anak itu dirawat. Dan akhirnya anak itu pulang. Kami membawa anak itu pulang kerumah kami. Diperjalanan, kami berbincang-bincang dengannya. “Namaku Kelvin om, tante” katanya kepada ibu dan ayah. “Aku Andre Saputra. Anak dari mereka” ujarku padanya.

Ternyata Kelvin memang tidak punya keluarga lagi. Dia hidup melarat sebagai pengamen jalanan. Kini umur kelvin sudah 15 tahun. Ketika Kelvin berumur 14 tahun, kelvin sudah tidak lagi bersekolah. Karena, kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Tapi, sekarang Kelvin sudah punya tempat tinggal dan keluarga. Kami menjadi kakak adik dan kami satu sekolah.

Hari pertama Kelvin masuk sekolah. Semua teman-teman dikelasku menanyakan siapa Kelvin dan dari mana asalnya. Aku menjawab semua pertanyaan dari teman-temanku. Herannya, hanya satu orang temanku yang tidak open dengan Kelvin. Yaitu Syifa. Dia sama sekali tidak ada bertanya kepada ku. Tapi tidak apalah. Aku memaklumi hal itu. Orang selugu dan secantik dia tak mungkin mau sibuk dengan hal yang tidak penting begitu.

Jam istirahat telah berbunyi, semua teman-temanku keluar dari kelas untuk memanfaatkan waktu yang singkat untuk istirahat. Dia lagi, dia lagi. Hanya Syifa yang duduk manis disudut kelas. Seperti biasa, dia menulis puisi yang selalu memukau semua orang. Dengan kepintarannya, dia memanfaatkan semua kosakata yang dimilikinya untuk membuat puisi.

Tiba-tiba Kelvin masuk kedalam kelasku. Kelvin duduk disebelahku. Kami berbincang-bincang masalah belajar mengajar pada itu. Ketika kami berbincang-bincang. Syifa langsung respon saat Kelvin berbicara. Syifa menatap heran kepada Kelvin. Aku tak tahu apa yang ada difikiran Syifa. Dan aku tidak perduli itu. Karna, bagiku itu hal yang sangat tidak penting.

15 menit telah berlalu, waktu istirahat telah habis. Kelvin kembali kedalam kelasnya. Dan 45 menit kemudian bel pulang berbunyi. Waktunya pulang. Ketika aku memasukkan buku pelajaranku kedalam tas. Syifa lewat disampingku dan memberikan surat yang berwarna pink dengan tulisan for Andre. Aku tidak tahu apa isi surat itu. Setelah Syifa keluar dari kelas. Aku membaca surat itu. Surat itu berisi puisi yang sangat romantis. Namun sayang, karna aku sudah terlanjur benci kepada Syifa. Aku membuang surat itu kedalam tong sampah. Lalu, aku pergi menuju mobil dan saat aku masuk mobil. Kelvin mengambil surat itu tadi dan membawanya pulang.

Kami telah sampai dirumah. Aku masuk kamarku dan Kelvin masuk kamar Kelvin. Didalam kamar, kelvin membaca surat tadi. Didalam surat itu terdapat kata perintah untuk membalas puisi dari Syifa. Kelvin heran, mengapa aku membuang surat itu. Tanpa fikir panjang, Kelvin membalas puisi itu dengan kertas berwarna biru.

Beberapa hari telah berlalu, setiap hari kelvin dan Syifa berbalas-balasan puisi melalui loker mejaku. Anehnya, Syifa tidak tahu bukan aku yang membalas puisinya itu. Tapi Kelvin. Suatu saat Syifa duduk disampingku. Kali ini Syifa terlihat sangat berbeda. Rambutnya tidak lagi dikepang dua dan caranya berbicara tidak lagi seperti seorang remaja yang lugu. Semua perubahan yang di alami syifa terjadi setelah dia mengirim puisi kepadaku.

“Andre, kamu tahu tidak. Puisi kamu itu menyentuh sekali. Sampai-sampai aku berubah seperti ini”.

Itulah kalimat pendek yang diungkapkan syifa kepadaku. Tapi aku tetap tidak peduli dengan kata-kata itu. Tak lama dari itu. Terdengar pengumuman dari meja piket. Bahwa, sekolah ku akan mengadakan lomba puisi. Temanya bebas dan pendftaran dimulai pada saat itu juga sampai besok. Karena, lomba akan diselenggarakan pada hari Rabu, jam 09.00 WIB. Syifa langsung meninggalkanku dan dia menuju ruang pendaftaran.

Ketika sampai diruang pendaftaran. Ternyata Kelvin juga ikut mendaftar. Aku tidak menyangka. Tapi itu sangat bagus. Hampir 50% siswa disekolahku yang mendaftar sebagai peserta lomba. Antrian panjang pasti akan sangat membuat Kelvin dan Syifa lelah. Pendaftaran ditutup setelah jumlah peserta mencapai 100 siswa.

Hari Rabu telah tiba. Seluruh peserta mengikuti lomba dengan tertib. Dan hari tiu juga pengumuman pemenang di umumkan. Juara 3 adalah Sisy Revlina, Juara 2 adalah Syifa Angraini, dan Juara 1 adalah Kelvin. Orang tua dan semua teman-temanku tidak menyangka. Bahwa Syifa si puitis terkalahkan oleh Kelvin.

Ayah dan ibu sangat bangga kepada Kelvin. Mulai hari itu, aku merasa ayah dan ibu tidak adil lagi padaku. Padahal Kelvin hanyalah anak angkat. Aku anak kandung, tapi sekarang ayah dan ibu lebih sayang dan perhatian sekali kepada Kelvin. Begitu juga dengan Syifa, baru saja Syifa mencoba mendekatiku. Tapi sekarang Syifa mulai menjauh dariku dan dia lebih memilih Kelvin. Aku tahu aku memang tidak sehebat Kelvin. Aku hanya pandai bermain gitar dan bernyanyi saja. Sedangkan kelvin, dia adalah siswa baru yang sangat puitis sekali dalam berkarya.

Semenjak perlombaan itu, semua kehidupannku berubah menjadi suram. Tak ada lagi orang yang open kepadaku. Orang tua ku, teman-temannku, juga Syifa. Mereka semua jauh dari kehidupannku. Karena mereka menganggapku si keren yang terkalahkan.

1 tahun telah ku lalui semua itu. Tanpa senyuman dan kasih sayang yang aku harapkan. Hari-hari yang selalu saja tak berarti dan tidak ada harapan hidup sedikitpun. 3 hari lagi ujian nasional akan dilaksanakan. Aku belajar dengan giat dan berharap akan lulus dengan nilai tertinggi di sekolahku.

Ujian telah berlalu dan ketika ujian telah selasai. Pengumuman kelulusan keluar. Tercantum di mading sekolah. Aku sangat senang, ternyata nilai ujian nasional yang tertinggi disekolah tercantum namaku. Aku pulang dan memberitahu kepada ayah dan ibu. Tapi, ayah dan ibu hanya berkata “selamat sayang, akhirnya kamu bisa membuat kami bangga”. Kata itu sangat muak aku dengar. Seperti tak pernah aku membanggakan orang tua ku selama ini. Padahal, Kelvin baru 1 kali dapat Juara 1 dalam perlombaan. Tapi ayah dan ibu sudah sangat bangga. Sedangkan aku, aku selalu memenangkan lomba vocal solo dan model di setiap perlombaan besar disekolah. Dan sekarang nilai ujian nasionalpun aku yang tertinggi. Tak lagi ada harapan hidupku. Dengan keadaan yang seperti ini.

Kini aku memutuskan untuk pergi. Sebelum aku pergi. Aku akan mencurahkan luka yang harus ku ungkapkan di atas kertas putih ini.

Di setiap hela nafas ini, engkau selalu aku rasakan..

Di setiap denyut nadi ini, engkau selalu mengalirkan kehangatan..

Dan di setiap hari-hari ini, engkau yang selalu memberi ku arti sebuah kehidupan..

Tapi..

Mengapa kini engkau berubah..

Tak ada lagi kehangatan yang aku rasakan..

Tak ada lagi makna yang engkau berikan..

Dan tak ada lagi harapan untuk maju kedepan..

Waktu yang terus berputar..

Hari yang terus berganti..

Dan air mata yang selalu mengalir..

Aku tak ingin menggoreskan tinta lebih banyak lagi..

Cukup kertas putih yang berisi sedikit penjelasan ini..

Ayah, Ibu..

Engkau yang akan selalu ada didalam hati ku..

Dan selamanya dibenak ku..

Selamat tinggal ayah dan ibuku..

Minggu, 13 Februari 2011

karya ilmiah sederhana mengenai sampah

MAKALAH TENTANG SAMPAH
I. PENDAHULUAN
Kita tahu masalah sampah di Indonesia saat ini sudah mencapai tingkat permasalahan yang cukup serius,dan sungguh sangat memprihatinkan. Hal tersebut terjadi bukan hanya karena masalah pengelolaan yang minim,tapi juga karena suatu budaya buruk akan masyarakat yang senantiasa tidak peduli akan kebersihan lingkungan. Bagi sebagian besar orang, sampah adalah masalah yang tidak menarik untuk dibicarakan, karena ada banyak hal lain yang lebih menarik dan lebih penting. Sudah bertahun-tahun lamanya, bahkan sejak dulu kala, masalah sampah dianggap bukanlah sebagai masalah. Bagi mereka, jika sampah sudah dibuang, maka masalah sudah selesai. Tapi, benarkah jika sampah sudah dibuang maka masalah selesai ? Mereka lupa bahwa tempat dimana sampah dibuang itu sangat penting, karena sebenarnya sampah yang tidak dibuang pada tempatnya akan menimbulkan banyak masalah. Sampah yang dibuang secara sembarangan di jalan, akan membuat kota menjadi kotor. Sampah yang dibuang di sungai akan mencemari air sungai dan menimbulkan banjir. Bahkan sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir pun bisa menjadi masalah.Coba kita lihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir sampah yang ada di kota kita masing-masing. Lihatlah, sudah seberapa tinggi gundukan sampah yang ada disana. Jika kita tak dapat ‘mengelola’ sampah dengan baik, maka tak lama lagi gundukan sampah itu akan semakin tinggi. Jika itu terjadi, tidak menutup kemungkinan tragedi longsor sampah seperti di Leuwigajah dapat terulang lagi.
II. Pengertian Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
III. JENIS – JENIS SAMPAH
• Berdasarkan sifatnya
1. Sampah organik – dapat diurai (degradable)
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun
2. Sampah anorganik – tidak terurai (undegradable)
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
• Berdasarkan bentuknya
1. Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
1. Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
2. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
3. Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
4. Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.
2. Sampah Cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
• Berdasarkan sumbernya
Sampah alam
Sampah manusia
Sampah konsumsi
Sampah nuklir
Sampah industri
Sampah pertambangan
IV. PENGELOLAAN SAMPAH
Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan:
1. mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis (Lihat: Pemanfaatan sampah), atau
2. mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal , diantaranya tipe zat sampah , tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area. Di antaranya :
1. Metoda Pembuangan
-Penimbunan darat
- Pembakaran/pengkremasian
2. Metode Daur-ulang
- Pengolahan kembali secara fisik
- Pengolahan biologis
-Pemulihan energi
3. Metode penghindaran dan pengurangan
V. DAMPAK NEGATIF SAMPAH
Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:
a. Gangguan Kesehatan:Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi dan dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus.
b. Menurunnya kualitas lingkungan
c. Menurunnya estetika lingkungan
Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata.
d. Terhambatnya pembangunan negara
Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun.
e. Penipisan lapisan ozon
VI.KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH
Terdapat beberapa konsep tentang pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya, antara negara-negara atau daerah. Beberapa yang paling umum, banyak-konsep yang digunakan adalah:
• Hirarki Sampah – hirarki limbah merujuk kepada ” 3 M ” mengurangi sampah, menggunakan kembali sampah dan daur ulang, yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai dengan keinginan dari segi minimalisasi sampah. Hirarki limbah yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar strategi minimalisasi sampah. Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari produk-produk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah.
• Perpanjangan tanggungjawab penghasil sampah / Extended Producer Responsibility (EPR).(EPR) adalah suatu strategi yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan produk-produk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Tanggung jawab produser diperpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh Lifecycle produk dan kemasan diperkenalkan ke pasar. Ini berarti perusahaan yang manufaktur, impor dan / atau menjual produk diminta untuk bertanggung jawab atas produk mereka berguna setelah kehidupan serta selama manufaktur.
• prinsip pengotor membayar – prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Sehubungan dengan pengelolaan limbah, ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar sesuai dari pembuangan
VII. PENGELOLAAN SAMPAH
Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit.Tahapan Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan di adalah:
a. Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya
Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap kawasan yang sering dikunjungi wisatawan.
b. Pemanfaatan Kembali
Kegiatan pemanfaatan sampah kembali, terdiri atas:
1). Pemanfaatan sampah organik, seperti composting (pengomposan). Sampah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata. Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan composting sampah organik yang komposisinya mencapai 70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%. 2). Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.
c. Tempat Pembuangan Sampah Akhir
Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai ± 10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Di Indonesia, pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda.
Dengan pengelolaan sampah yang baik, sisa sampah akhir yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%. Kegiatan ini tentu saja akan menurunkan biaya pengangkutan sampah bagi pengelola kawasan wisata alam, mengurangi luasan kebutuhan tempat untuk lokasi TPS, serta memperkecil permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh banyak pemerintah daerah.
VIII. PENUTUP
Pengelolaan sampah yang intensif akan memberikan banyak manfaat bagi kita dan juga lingkungan, diantaranya :Menjaga keindahan, kebersihan dan estetika lingkungan kawasan sehingga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung,tidak memerlukan area pembuangan yang luas, s,mengurangi biaya angkut sampah,menghemat anggaran dan mengurangi beban Pemda dalam mengelola sampah.
Dan disamping itu juga ada banyak hal yang akan terjadi jika sampah tidak dikelola secara benar seperti, Longsor tumpukan sampah, longsor sampah Leuwigajah, sumber penyakit, dan pencemaran lingkungan.
IX. KESIMPULAN DAN SARAN
Dari pembahasan yang di atas kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengelolaan yang benar. ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam penanganan masalah sampah, semua itu tidak bisa hanya digantungkan sebagai beban Pemerintah. Sampah dari berbagai sumber dapat mencemari lingkungan.baik lingkungan darat,udara,maupun perairan Walaupun masih banyak hal lain yang harus kita kerjakan, bukan berarti sampah bisa dilupakan begitu saja, karena sedikit banyak sampah yang bertebaran akan mempengaruhi dan menggangu dalam kehidupan sehari. Karena itulah mulai dari sekarang kita bangun pemahaman dan kesadaran akan bahaya sampah, dan harus kita ketahui nyaman dan indanya hari kita tanpa sampah.
X. DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah
http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan
http://www.scribd.com/doc/14849853
http://www.multiply.com
Add comment December 14, 2010 Maulida Rahmi
Air itupun berdentum
mengukir bebatuan ditepi pantai itu
Menggoreskan sebuah tanda
Tanda bahwa mereka pernah bersama
Mentaripun berlalu seiring khayalku
Berlari berputar menuju peradabannya
Berbagi kasih bersama rembulan
Memberi cinta,meski mereka tak bersama
Ku ingin bermain bersama mereka
Menunggu rembulanku menemani
Hingga kutermanggu dabalik pasir itu
Terbayang sosoknya menghampiriku
Dalam sedikit harapanku…
Add comment November 6, 2010 Maulida Rahmi
Tinggal rasa yang tak mampu tuk pahami
Segala asa yang hanya berdiri dihati
Dalam tanya hanya duka yang kupunya
Dalam bimbang hanya lara yang kurasa
Disni,dalam cinta yang hanyalah cinta
Kusendiri bertahta tuk pahami semua
Meski angan terlalu jauh tuk hadapi
Kucoba rentangkan tangan sampai keujung sana
Dia,dia kutemukan dirinya
Mimpiku,kini bukan anganku…
Kan kucoba mengerti semua tentang hidup
Hingga saatnya nanti kaulah hati sesungguhnya
Add comment March 17, 2010 Maulida Rahmi



Wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww
Sampah Rumah Tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik.
Sampah organik dibagi dua yaitu :
1.  Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)
Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
2. Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.
Sampah anorganik yaitu berupa bahan-bahan seperti kertas, karton, besek, kaleng, bermacam-macam jenis plastik, styrofoam, dll.
Sampah organik hijau dipisahkan dari sampah organik hewan agar kedua bahan ini bisa diproses tersendiri untuk dijadikan kompos. Sedangkan sampah anorganik berupa plastik dikurangi pemakaiannya, memakai ulang barang-barang yang diperlukan, didaur ulang, yang masih bersih dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.
Sampah anorganik yang dapat didaur ulang misalnya :
- kemasan-kemasan plastik untuk dijadikan tas.
- Botol plastik bekas dapat dibuat menjadi tutup gelas.
- Gelas plastik bekas dapat dibuat pot-pot tanaman
Sampah yang bersih dapat dijual/diberikan pada pemulung. Misalnya karton, kardus, styrofoam, besek, botol, plastik-plastik kemasan makanan, kantong-kantong plastik, koran, majalah, kertas-kertas, dan sebagainya. Jenis-jenis yang bersih ini pisahkan dalam satu kantong, langsung saja diberikan pada pemulung tanpa dibuang ke bak sampah terlebih dahulu.
Sampah yang benar-benar kotor dan kita tidak bisa mendaur ulang, tidak layak diberikan pada pemulung. Inilah yang dibuang dalam bak sampah. Dengan demikian kita dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Mendaur Ulang Sampah Dapur Rumah Tangga
Alternatif 1 :
Siapkan :
1.  Kardus
2. Bantalan yang dibuat dari sabut kelapa yang dibungkus dengan kasa nyamuk plastik
3. 5-6 kg kompos yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan
4. Sampah yang telah dipotong-potong ukuran 2 - -4 cm
5.  Alat pengaduk
6. Karung plastik yang berpori-pori (untuk membungkus kardus) atau keranjang tempat cucian baju kotor (takakura).
Cara membuat :
1.  Letakkan bantalan sabut kelapa diatas adukan kompos + sampah
2. Lakukan lapis demi lapis sampai kardus penuh. Kardus disimpan di dalam keranjang (takakura) atau bungkus dengan karung plastik yang berpori. Letakkan ditempat yang tidak terkena hujan dan terik matahari. Setiap 3-4 hari dibuka dan diaduk-aduk, lakukan terus sampai seluruh sampah menjadi hitam, hancur.
3. Sampah telah berubah menjadi kompos siap pakai/dijual. (untuk dijual, diayak terlebih dahulu). Jika kardus pertama penuh, buatlah kardus kedua, dst.
Alternatif 2 :
1.  Wadah drum, ember plastik atau gentong
2. Wadah diberi lubang didasarnya untuk pertukaran udara
3. Bahan sampah yang dipotong 2 – 4 cm
4. Mikroorganisma pengurai sebagai aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini bisa diganti dengan kompos dari tumbuh-tumbuhan.
5.  Air
6. Alat pengaduk.
Cara membuat :
1.  Bahan sampah dimasukkan didalam wadah selapis, kemudian ditambahkan kompos atau mikroorganisma pengurai
2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh
3. Disiram dengan air secara merata
4. Pada hari ke 5 -7, media dapat diaduk-aduk. Pengadukan diulang setiap lima hari dan dihentikan sampai sampah menjadi hitam dan hancur.
5.  Sampah telah berubah menjadi kompos.
Catatan :
Pengaturan suhu merupakan faktor penting dalam pengomposan. Salah satu faktor yang sangat menentukan suhu adalah tingginya tumpukan. Tumpukan lahan yang terlalu rendah akan berakibat cepatnya kehilangan panas. Ini disebabkan tidak adanya cukup material untuk menahan panas yang dilepaskan sehingga mikroorganisma tidak akan berkembang secara wajar. Sebaliknya bila timbunan terlalu tinggi, akan terjadi kepadatan bahan organic yang diakibatkan oleh berat bahan sehingga suhu menjadi sangat tinggi dan tidak ada udara di dalam timbunan. Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah 1,2 – 2,0 meter dan suhu ideal selama proses pengomposan adalah 40 derajat-50 derajat C.
Untuk mempercepat terjadinya proses pengomposan, maka pH timbunan harus diusahakan tidak terlalu rendah. Namun, pH timbunan yang rendah dapat dicegah dengan pemberian kapur, abu dapur atau abu kayu.
Bahan mentah yang baik untuk penguraian atau perombakan berkadar air 50 – 70 %. Bahan dari hijauan biasanya tidak memerlukan tambahan air, sedangkan cabang tanaman yang kering atau rumput-rumputan harus diberi air saat dilakukan penimbunan. Kelembaban timbunan secara menyeluruh diusahakan sekitar 40 – 60 %.
Pada saat pengomposan akan timbul asap dari panas yang dikeluarkan. Hal ini akan mengakibatkan timbunan bahan menjadi kering. Agar hal ini dapat diketahui sedini mungkin, ke dalam timbunan perlu ditancapkan bambu panjang.