Selasa, 05 Juni 2012

Jenis-jenis Awan dan pembagiannya


1.    Pengertian Awan
Awan adalah massa terdiri dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau tubuh planet lain. Awan juga massa terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang disebut awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari dalam ilmu awan atau fisika awan, suatu cabang meteorologi.

Di Bumi substansi biasanya kondensasi uap air. Dengan bantuan partikel higroskopis udara seperti debu dan garam dari laut, tetesan air kecil terbentuk pada ketinggian rendah dan kristal es pada ketinggian tinggi bila udara didinginkan jadi jenuh oleh konvektif lokal atau lebih besar mengangkat non-konvektif skala.

Pada beberapa soal, awan tinggi mungkin sebagian terdiri dari tetesan air superdingin. Tetesan dan kristal biasanya sekitar 0,01 mm (0,00039 in) diameter. Paling umum dari pemanasan matahari di siang hari dari udara pada tingkat permukaan, angkat frontal yang memaksa massa udara lebih hangat akan naik lebih keatas dan mengangkat orografik udara di atas gunung. Ketika udara naik , mengembang sehingga tekanan berkurang.

Proses ini mengeluarkan energi yang menyebabkan udara dingin. Ketika dikelilingi oleh milyaran tetesan lain atau kristal mereka menjadi terlihat sebagai awan. Dengan tidak adanya inti kondensasi, udara menjadi jenuh dan pembentukan awan terhambat. dalam awan padat memperlihatkan pantulan tinggi (70% sampai 95%) di seluruh awan terlihat berbagai panjang gelombang, sehingga tampak putih, di atas.

Tetesan embun (titi-titik air) cenderung efisien menyebarkan cahaya, sehingga intensitas radiasi matahari berkurang dengan kedalaman arah ke gas, maka warna abu-abu atau bahkan gelap kadang-kadang tanpak di dasar awan. Awan tipis mungkin tampak telah memperoleh warna dari lingkungan mereka atau latar belakang dan awan diterangi oleh cahaya non-putih, seperti saat matahari terbit atau terbenam, mungkin tampak berwarna sesuai. Awan terlihat lebih gelap di dekat-inframerah karena air menyerap radiasi matahari pada saat- panjang gelombang .

2.    Pembentukan awan

Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
1.    Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
2.    Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.

Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.
3.    Jenis-jenis Awan
Awan dalam WMO menjadi sepuluh jenis awan. Yaitu : Cirrus, Cirrocumulus,Cirrostratus, Altocumulus, Altostratus, Nimbostratus, Stratocumulus, Stratus, Cumulus, Cumulonimbus.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWroLxFwQJ1W8g-uc-Vil_hTCcX7oWmGpnoLsijifMBeq8v_T-lXHXA8a7jmP3W2rsaZ_fjATHZ_fmYzcWrExyiTfZHjuzOhqLnqLfLB52rs7lU5OrCHlyaLOK97g2rDIluBRIowosk2aK/s320/cirrus-clouds.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimaUslOFJ2vy_McJAEVZTFjsA6Q0vMaNpEAhbYUuvoP-SroeO4sOOHdYQqru3QOEyFwlJN1lQZHyj7vxaBkJAfn-33FnIxAyG15IwxPPiRzbm4sUqQJKAhL3b-iil3Q1YeEhNjkZzCmnr1/s400/Awan-Sirostratus.jpg


Awan Cirrocumulus ( kelihatan seperti gabungan kumulus dan sirus )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXiU96fNceRrVZSpxnYWOqblh-umw28EveusmlI8H4D6v8xhAdCc22LKuAjxfcv3IxJVKvJuwu5U0ojoIK4_d2gREBYI5vmRFdhhFO2LnrYT7EBZ1E8pS215b9Zr4G2COSnI3rF1DMxOd1/s400/Awan-Sirokumulus.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmcffZtnAFAn7XXTY7cQ93tbkoPK_ZJNaXMdzUX4I194dNv100XQqlCZkzxm4XgB0ph9pu9a0VbPBNcRBF6lgJNI46xP0HUPvtGmUi1MKOJrl6HG1d8PgJzq9fYtv7ENBbMIX_N7v5L2tb/s320/altocumulus.jpg




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0qj5eskstGGR3NEzWudtF0GbewwpfGwOqksT5Z7z0qQgkx9qTSzYAFHt3_ljEF2p4p2pJpeGRQRYPhwjJY_ngYxWif3n0SSBbAZm6ebvRjbpRowaAAbUDRlUijdlsV1oVJkNNtQjQQxSw/s400/Awan-Altostratus.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihd-LDN9jVTlVBimWN7fksi4AJjLsMNZtlrt8xAE2bxoWMqa2bV-MiwD14kx7Ls9xkaiHYTeyPMdTaam8dzBTJYGMV5UQGrCJSurbl5jSKo4Zy5UusxITgPn1oaMkL3UIWiVCMAiWA5fcd/s400/Awan-Nimbostratus.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXb2FvMZBTS7W54cYTEJ5yvHUzByptWdaTOLNUvcW_TyAGQv4TsRLqeHa_ue_UubNt6AzuyQwDRhGC7YvPlVj1RDayuLjQ7pzWh6ekH-YunKq-OpXfouotAtFIumezY1cr1oFfLRzefL7j/s320/stratus019801.jpg




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga1GyW1ll-se4nZbgWfxjreoN_l26QLLIRMzxIXdLkDyOlIM4kKojyde3zz6B0DtQqTHKyUx_vuNRhGZpTo6xeQ90o2K8ObresT6rEirOy5E3IeNuH5d6n_vwnkrVp2ez3SggDnNWfPGWo/s400/Awan-Stratokumulus.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Zab1c9028qovY4vwP5BjP62688Cu79dBlDPBrEAhHzgpjms-6f84vWf4wT0pGGj109OISHVMQexqBKhxVUhI4d6pIuD3bvb2KieiSOzXNahgcvLuZsyec7jU5OZMlUfYBOBw9xYlgOhX/s1600/cumulus.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqwQihqzZXAJ5d-lajsPfxmhU2XveusySCk2CLsb-OoHkctES-lRtA394NoEKDC3TfN6n0cZRhPKQjxQtyaHmucyL-uWFKPSn6UU6qWTIzq_Mn9t1xyQgt2H8ZeMTXwWLI-bO-dQtgY7LU/s320/cumulonimbus-clouds-can.jpg

4.    Pembagian Awan Menurut Bentuknya
1.    Cumulus, yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal.
2.    Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehingga menutupi langit secara merata.
3.    Cirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan.

5.  Pembagian Awan Berdasarkan Ketinggiannya
1) Awan tinggi (6-12 km)
  • Cirrus, yaitu awan yang berbentuk seperti bulu ayam.
  • Cirro stratus, yaitu awan yang berwarna putih merata dan berbentuk menyerupai kerudung tipis.
  • Cirro cumulus, yaitu awan yang muncul dalam gumpalan-gumpalan kecil (kadang seperti riak kecil) yang berkelompok seperti sisik ikan, ekor kuda betina, atau bulu domba.
2) Awan menengah (2-6 km)
  • Altocumulus, yaitu awan yang bergumpal-gumpal membentuk serangkaian “perahu rakit” di langit. Oleh karena itu, langit yang terdapat awan ini sering disebut langit makarel (mackarel sky).
  • Altostratus, yaitu awan yang berlapis-lapis tebal.
3) Awan rendah (<2 km)
  • Stratus, yaitu awan yang rendah merata dan berlapis-lapis. Awan ini kadang muncul dan bergerak cepat.
  • Stratocumulus, yaitu awan yang tebal, luas, dan bergumpal-gumpal. Biasanya berbentuk kubah kecil. Jika bergerak sendirian bernama cumulus, namu jika bersama-sama disebut stratocumulus.
  • Nimbostratus, yaitu awan berwarna abu-abu putih hingga gelap dan luas. Biasanya awan ini muncul dalam keadaan gelap dan tak berbentuk, serta sebagian telah merupakan hujan.
4) Awan yang terjadi karena udara naik (500-1500 m)
  • Cumulus, yaitu awan yang bergumpal-gumpal dengan alas rata. Awan ini tampak seperti balutan bulu domba.
  • Cumulonimbus, yaitu awan yang bergumpal-gumpal yang luas dan besar meninggi, serta sering menimbulkan hujan berangin ribut. Awan ini bisa membentuk “menara” berdiameter 10 km dengan puncak menyerupai kembang kol. Umumnya awan ini muncul di siang hari saat musim panas.
Sumber : Buku PR Geografi X, Advanced learning Geography 1, http://geoenviron.blogspot.com/2011/11/jenis-jenis-awan.html